SketsaNusantara.id - Salah satu guru besar di bidang Optimasi Rekayasa Kimia pada Program Studi Tekhnik Kimia, Fakultas Teknik (FT) Universitas Jember (UNEJ) melakukan penelitian propolis. Profesor tersebut bernama Prof. Boy Arief Fachri, dia melakukan penelusuran propolis Brasil dari Indonesia.
Penelitian yang dilakukan oleh Prof. Boy Arief fokus pada peningkatan efisiensi dan kualitas ekstraksi.
Hasil penelitiannya menemukan propolis dengan kandungan CAPE tinggi, senyawa bioaktif yang selama ini identik dengan propolis asal Brasil.
"Pada saat menjalankan penelitian mengenai optimasi ekstraksi propolis dengan CO2 superkritis, kami malah mampu menghasilkan propolis yang kaya akan senyawa CAPE. Senyawa ini, pada umumnya ditemukan di propolis Brasil," kata Prof Boy Arief, dalam pidato ilmiahnya saat pengukuhan sebagai guru besar, Senin 14 Juli 2025.
Selanjutnya kata dia, alasannya menggeluti bidang ini, ialah karena rekayasa kimian bermanfaat pada kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, dengan optimasi rekayasa kimia, memungkinkan kita menghasilkan rancangan alat, produk serta operasi proses teknik kimia yang lebih efisien.
Baca Juga: Buka RTAR ke 33, Kader PMII FIB UNEJ Luncurkan Kumpulan Karya Tulis Berjudul Zine
"Selain itu, hemat biaya dan berkelanjutan. Dengan mengoptimalkan proses, kita dapat mengurangi penggunaan energi dan bahan baku, meminimalkan limbah, serta meningkatkan kualitas produk," ujarnya.
Kendati demikian, kata dia, di balik pencapaian tersebut, terdapat tantangan besar yang harus dihadapi.
Seperti sistem kendali yang sangat presisi, pentingnya kontrol ketat dalam setiap tahapan proses, agar hasil yang diproleh bisa maksimal.
Baca Juga: Istimewa! Dengan Persiapan yang Matang, Tim Catur UNEJ Sabet Medali Emas di Pomprov Jatim 2025
"Namun, hasilnya bisa berperan dalam kontribusi global, seperti pengurangan limbah dan keberlanjutan energi," paparnya.