news

Musim Kemarau Ternyata Banjir? BMKG Ungkap Ancaman Cuaca Ekstrem hingga Akhir Tahun 2025

Kamis, 10 Juli 2025 | 21:30 WIB
BMKG himbau cuaca ekstrem yang diprediksi terjadi hingga Desember 2025 (Unsplash/ Péter Kövesi)

SketsaNusantara.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau tahun 2025 akan berbeda dari biasanya.

Alih-alih kering, kondisi cuaca justru didominasi hujan hingga Oktober 2025.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menjelaskan bahwa anomali curah hujan di atas normal telah terjadi sejak Mei dan diproyeksikan berlanjut dalam beberapa bulan ke depan.

Baca Juga: Ivan Gunawan Bocorkan Obrolan di Grup WhatsApp Desainer, Pesan Bijaknya untuk Lulusan SMA Banjir Pujian

Dilansir oleh SketsaNusantara.id dari situs resmi BMKG, sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk Jawa Timur, akan mengalami curah hujan lebih tinggi dari rata-rata.

Fenomena ini disebut sebagai musim kemarau basah akibat pengaruh gangguan atmosfer dan dinamika iklim global.

Masyarakat diinstrusikan untuk tetap waspada, terutama terhadap potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat, petir, dan angin kencang.

Baca Juga: 4 Fakta Banjir Mataram, BMKG Sebut 4,2 Miliar Liter Air Turun Selama 6 Jam hingga Respons Cepat Pemerintah Setempat

Wilayah yang perlu siaga tinggi antara lain Pulau Jawa, termasuk Jabodetabek, serta Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, Maluku Tengah, dan Papua.

Jawa Timur juga termasuk daerah yang berisiko mengalami hujan intensif, terutama pada periode tertentu.

BMKG telah memperingatkan bahwa pada 11–12 Juli 2025, pola hujan diperkirakan bergeser ke Indonesia bagian tengah dan timur.

Baca Juga: BMKG Prediksi Puncak Kemarau 2025 Terjadi Juli-Agustus, Durasi Lebih Pendek di Beberapa Wilayah

Pergeseran ini dipicu oleh perubahan distribusi kelembapan tropis dan gangguan atmosfer skala regional.

Akibatnya, wilayah seperti Jawa Timur bisa mengalami peningkatan intensitas hujan dalam rentang waktu tersebut.

Halaman:

Tags

Terkini