"Jahatnya di era digital semua orang butuh visual, butuh terlihat, ya butuh konten kasarnya. Agar persepektif orang tidak menyalahkan tim lembaga resmi negara yang melakukan SAR," imbuhnya.
Untuk itu Daniel meminta agar Basarnas membekali timnya dengan kamera agar ada bukti visual bahwa Basarnas bekerja sejak awal kejadian.
Hal ini menurutnya penting untuk membuat opini masyarakat tak buruk terkait lembaga resmi negara, dalam hal ini Basarnas.
Pernyataan Daniel yang mengutip pernyataan Agam Rinjani kemudian menyindirnya dengan kata mengenyampingkan komponen yang lain, serta kata narsis dan validasi cukup mendapatkan banyak tanggapan dari masyarakat.
"Faktanya mas Agam Rinjani datang, korban bisa di evakuasi," tulis @Deb***.
"Bapak ini ga nonton pernyataan Agam sampai habis," ujar @riz***.
"Bapak ini seolah mau membenturkan Agam dengan pihak Basarnas, Agam itu tidak mau narsis brow," tegas @Big***.
Menyimak perdebatan anggota DPR serta netizen, kita pasti tak lupa ucapan Agam Rinjani bahwa yang menjadi malaikat pada evakuasi bukanlah dirinya namun mendiang Juliana Marins sendiri.
Sebab kematiannya di Rinjani merubah banyak hal, merubah nasib banyak orang, membuka peluang banyak orang, dan yang lebih penting adalah merubah kebijakan pemerintah Indonesia sendiri terkait Rinjani.
Ini senada dengan netizen yang juga sampaikan bahwa kematian Juliana juga kini mampu membuka mata para politikus untuk lebih melek pada sekitarnya, pada hal-hal yang bisa jadi selama ini sama sekali bukan fokus mereka.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!