SketsaNusantara.id – Upaya Kabupaten Jember dalam mempertahankan kualitas udara yang sehat bagi masyarakat terus dilakukan secara berkelanjutan.
Dilansir data pemantauan terbaru situs IQAir, 07 Juli 2025 kualitas udara di Jember berada pada kategori Baik, dengan nilai AQI berkisar antara 35.
Sekalipun belum membahayakan, kelompok rentan seperti anak-anak dan orang tua tetap disarankan menghindari kegiatan di luar yang tidak mendesak.
Dilansir SketsaNusantara.id dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jember bahwa secara rutin melakukan pengawasan kualitas udara melalui dua metode utama.
Pertama, metode aktif menggunakan alat High Volume Air Sampler (HVAS) yang merekam konsentrasi partikel debu halus (PM2.5) selama 24 jam penuh.
Pemeriksaan dilakukan di laboratorium yang diakui secara resmi demi menjamin ketepatan data hasil pemantauan.
Sebagai pelengkap, metode pasif dipasang di berbagai lokasi strategis untuk mendukung program nasional dalam menekan pencemaran udara.
Data sementara mengindikasikan bahwa konsentrasi PM2.5 di wilayah Jember belum melampaui ambang batas yang direkomendasikan WHO.
Dengan demikian, aktivitas masyarakat masih bisa berjalan normal tanpa kekhawatiran serius terhadap paparan polusi.
Baca Juga: Tak Ingin Ada Alasan Lagi, Bupati Jember Gus Fawait Minta Fayankes Harus Utamakan Kebersihan
Informasi ini juga berperan penting dalam penyusunan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH), selain untuk keperluan evaluasi teknis.
Pemerintah daerah turut memperkuat program edukasi kepada warga melalui kampanye publik, serta mendorong perusahaan untuk berpartisipasi dalam program PROPER sebagai bentuk tanggung jawab lingkungan.