Dengan jaringan luas dan sumber daya yang kuat, BRI telah memiliki lebih dari 36 ribu tenaga pemasar, 220 juta rekening nasabah, serta 6.000 lebih unit kerja di seluruh Indonesia.
Tak hanya itu, layanan perbankan BRI juga diperluas melalui 742 ribu unit e-channel, lebih dari 10 ribu ATM, serta 9 ribu Cash Recycling Machine (CRM).
Penetrasi ke wilayah pelosok semakin diperkuat dengan kehadiran AgenBRILink yang kini mencapai lebih dari 1,19 juta agen di 67 ribu desa.
Dari sisi kinerja keuangan, BRI membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp13,80 triliun pada Kuartal I 2025, di tengah tantangan ekonomi global.
Total aset tumbuh 5,49 persen (yoy) menjadi Rp2.098,23 triliun, sementara penyaluran kredit mencapai Rp1.373,66 triliun, naik 4,97 persen yoy.
Dana Pihak Ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun mencapai Rp1.421,60 triliun, dengan proporsi dana murah (CASA) sebesar 65,77%.
Menariknya, di tengah tekanan pasar saham, JP Morgan Chase & Co. tercatat menambah kepemilikan saham BBRI secara signifikan selama Kuartal II/2025.
Sepanjang April hingga Juni 2025, JP Morgan membeli 117,42 juta saham BBRI, sehingga total kepemilikannya kini menjadi 1,54 miliar lembar.
Langkah ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap prospek BRI dan strategi transformasi jangka panjang yang dijalankan perusahaan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!