SketsaNusantara.id – Pada akhir Juni 2025, tindakan berani Agam Rinjani, seorang pemandu lokal di Gunung Rinjani, menjadi perbincangan hangat di Indonesia dan Brasil.
Aksi nekat Agam terlihat saat menuruni jurang sekitar 600 meter demi menyelamatkan jenazah Juliana Marins, pendaki asal Brasil yang terjatuh saat pendaki di tanggal 21 Juni 2025.
Dilansir dari SketsaNusantara.id dalam kanal YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo, sosok yang memiliki nama lengkap Abdul Haris Agam dan berasal dari Makassar ini dijuluki “sang pahlawan”.
Informasi tentang peristiwa jatuhnya Juliana di lereng Rinjani pertama kali diketahui Agam melalui postingan berita di Instagram.
Namun, sempat terjadi miskomunikasi antara informasi yang tersebar di media sosial dengan laporan resmi dari tim SAR di lapangan, yang saat itu menyatakan jenazah belum ditemukan.
Laki-laki kelahiran 1988 ini mengatakan bahwa dirinya sempat dikira sebagai pemandu Juliana, karena namanya disebut, meskipun saat itu ia sedang berada di Jakarta.
Akibatnya, akun Instagram miliknya sempat diserbu oleh warga Brasil berbahasa Portugis.
Sebelum bergabung dalam tim SAR untuk membantu proses evakuasi, Agam membeli tali sepanjang 600 hingga 700 meter.
Diperkirakan sekitar 1.400 meter tali harus disiapkan guna menjangkau jurang yang sangat curam itu.
Baca Juga: Hanya Bawa Rp10 Ribu, Inilah Perjalanan Agam Rinjani Jadi Tour Operator Legendaris di Gunung Rinjani
Proses evakuasi pun penuh tantangan. Dalam kondisi ekstrem, Agam dan tim bermalam di ketinggian 590 meter bersama jenazah dengan suhu mencapai 6°C.
Meski awalnya ingin mengevakuasi jenazah dengan cara menggulingkannya ke arah danau, kondisi medan yang berat membuat rencana itu sulit diwujudkan.