news

KMP Tunu Pratama Jaya Punya Siapa? Inilah Profil Kapal Penyebrangan yang Tenggelam di Selat Bali, Benarkah Ikut Berlayar Sampai ke Sulawesi?

Kamis, 3 Juli 2025 | 11:33 WIB
Potret KMP Tunu Pratama Jaya, kapal penyebrangan yang berlayar melalui rute Ketapang-Gilimanuk, jadi sorotan usai dikabarkan tenggelam di Selat Bali (Instagram/jemberawesome)

Menilik dari akun Instagramnya, PT Pasca Dana Sundari juga aktif mendokumentasikan proses docking dan perawatan mesin kapal secara rutin.

"Layaknya manusia, kapal juga memiliki jantung. Perawatan demi perawatan selalu terus dilakukan untuk mesin-mesin yang ada diatas kapal," tulis akun @pdsferry dalam postingan yang diunggah bulan Maret 2024 lalu.

"Sekali dalam setahun kapal juga tidak beroperasi karena dilakukan docking atau perbaikan seluruh item pada kapal. Hal ini tentunya dilakukan guna mendukung operasional kapal secara optimal dan meminimalisir kecelakaan kapal," pungkasnya.

Baca Juga: 6 Nelayan Jember Dikabarkan Hilang di Pantai Puger, Diduga Mesin Kapal Bermasalah, Polairud dan Basarnas Lakukan Pencarian

Pada momen di bulan Ramadhan dan Lebaran 2025 lalu, KMP Tunu Pratama Jaya masih aktif melakukan penyebrangan serta mengangkut penumpang, kendaraam serta barang-barang logistik antar pulau.

PT. Pasca Dana Sundari ini juga dikenal sebagai perusahaan pelayaran nasional yang bergerak di bidang transportasi penyebrangan antar pulau.

Beberapa kapal ferry andalannya adalah KMP Tunu Pratama Jaya 3888 yang melayani rute strategis dari Pelabuhan Ketapang (Banyuwangi, Jawa Timur) menuju Pelabuhan Gilimanuk (Bali) dan KMP Tunu Pratama 2888 Jaya berlayar melalui rute Pelabuhan Torobulu (Kabupaten Konawe Selatan) ke Pelabuhan Tampo (Kabupaten Muna), Sulawesi Tenggara.

Baca Juga: Nestapa Orang Tua Badrus Sholeh Menanti Kejelasan Putranya yang Hilang saat Ikuti PKL di Perairan Masalembu Sumenep: Ada Banyak Kejanggalan...

Meski perawatan rutin telah dilakukan, cuaca buruk yang tak terduga, tampaknya menjadi penyebab KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam di Selat Bali.

Sebelum berangkat sudah dicek dalam kondisi aman, namun siapa sangka saat berlayar tak jauh dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, ombak besar hingga setinggi 2,5 meter kemudian menghantam badan kapal.

Kapal tersebut diduga mengalami kebocoran di ruang mesin akibat terhantam ombak besar hingga setingi 2,5 meter yang membuatnya terbalik dan hanyut terbawa arus.

Dermaga LCM Gilimanuk juga sempat menerima laporan sinyal darurat dan permintaan tolong dari kru KMP Tunu Pratama Jaya melalui saluran komunikasi terkait adanya kebocoran kapal.

Baca Juga: 5 Fakta Insiden Meninggalnya 2 Mahasiswa UGM yang Tenggelam di Maluku Tenggara, Longboat Terbalik Usai Dihantam Ombak

Namun, selang beberapa menit setelah kapal berlayar dari Banyuwangi, kapal mengalami black out (mati total) hingga akhirnya dilaporkan tenggelam di tengah laut. 

Upaya penyelamatan masih terus dilakukan tim SAR gabungan. Harapan mulai muncul ketika 4 orang ditemukan selamat.

Halaman:

Tags

Terkini