Kenaikan ini terjadi di tengah volatilitas harga minyak dunia yang mengalami tren penguatan dalam beberapa bulan terakhir.
Selain itu, depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS turut memengaruhi biaya impor minyak mentah dan komponen pendukung produksi BBM.
Pertamina menyatakan bahwa harga BBM non-subsidi akan terus disesuaikan secara berkala mengikuti perkembangan global dan domestik.
Perusahaan pemerintah ini juga mengimbau masyarakat untuk mulai mempertimbangkan efisiensi konsumsi energi dan beralih ke bahan bakar yang lebih ramah lingkungan.
Sementara itu, harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar masih belum mengalami perubahan.
Pemerintah melalui Kementerian ESDM menyatakan akan terus memantau dampak kebijakan ini terhadap inflasi dan daya beli masyarakat, serta mempertimbangkan skema subsidi yang lebih tepat sasaran di masa depan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!