SketsaNusantara.id - Agam Rinjani menjadi viral setelah berhasil mengevakuasi jenazah Juliana Marins dari jurang dalam Gunung Rinjani dengan penuh keberanian.
Aksi heroiknya ini mengundang decak kagum banyak orang, terutama karena medan Rinjani dikenal sangat berbahaya dan mematikan.
Dalam podcast bersama Deddy Corbuzier, Agam mengungkap fakta mengejutkan bahwa hipotermia adalah penyebab utama kematian pendaki di Rinjani.
"Paling banyak itu hipotermia." ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa meski Indonesia beriklim tropis, suhu di Rinjani bisa mencapai -1°C saat musim kemarau, terutama setiap Agustus dalam siklus empat tahunan.
Suhu ekstrem ini menyebabkan terciptanya a lapisan es di sekitar gunung, meningkatkan risiko hipotermia bagi pendaki yang kurang persiapan.
Agam juga membeberkan bahwa sejak 2016, banyak kasus pendaki tewas karena terjatuh dari tebing, tersesat, atau komplikasi asam lambung yang kambuh saat pendakian.
Menurut pengalamannya, dalam rentang tiga bulan pasti ada saja insiden kecelakaan atau kematian di Rinjani.
Fakta ini menunjukkan betapa berbahayanya gunung ini, meski keindahannya sangat memikat.
Agam Rinjani kini menjadi sosok penting dalam dunia pendakian, tidak hanya sebagai penyelamat tetapi juga edukator keselamatan.
Pengetahuan mendalamnya tentang medan Gunung Rinjani dan pengalaman langsung dalam evakuasi dan penyelamatan membuatnya sangat dihormati.