Saat ini, ToRi Coffee memproduksi sekitar 275 kilogram kopi per bulan dalam bentuk roasted bean dan kopi bubuk. Pasarnya tidak hanya di Toraja atau Indonesia, tapi juga telah menjangkau Australia, Prancis, Jepang, Belanda, hingga Singapura, meski masih dalam skala terbatas.
Konsumen luar negeri biasanya memesan minimal lima kilogram untuk keperluan menu khusus atau konsumsi pribadi.
ToRi Coffee bukan hanya tentang kopi, tapi tentang bagaimana usaha mikro bisa berdampak besar.
Dengan sokongan dari BRI, Citra dan Fredy menunjukkan bahwa UMKM lokal mampu naik kelas, menembus pasar global, dan tetap berpijak pada nilai-nilai lokal.
Ke depan, ToRi Coffee menargetkan ekspansi dalam skala besar sembari terus memberdayakan komunitas sekitar.
Harapannya, merek ini bisa menjadi contoh bahwa UMKM berbasis kearifan lokal bisa menjadi wajah Indonesia di mata dunia.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!