SketsaNusantara.id - Agam Rinjani, sosok yang viral dan dipuji atas aksi heroiknya mengevakuasi jenazah Juliana Marins dari jurang Gunung Rinjani, kini justru menjadi pusat perhatian karena polemik.
Sejumlah Tim SAR yang bersama Agam saat proses evakuasi berlangsung kini justru mengaku kecewa terhadap dirinya.
Polemik yang kini harus dihadapi oleh Agam dan menuai kekecewaan rekan-rekannya adalah terkait penerimaan donasi.
Agam, yang merupakan bagian dari tim SAR dalam operasi penyelamatan tersebut, dikabarkan telah menerima donasi hingga Rp 1,3 miliar dari netizen Brasil, dilansir SketsaNusantara.id dari laman X @RamaAdamFaathir.
Meski awalnya disebut menolak donasi namun akhirnya ia menerima donasi tersebut, namun hal itu rupanya menuai protes dari rekan-rekan sesama tim penyelamat sebab menurut mereka hal itu dilakukan Agam tanpa adanya konfirmasi atau koordinasi.
Kekecewaan ini muncul karena dianggap melanggar prinsip transparansi dan akuntabilitas, yang sangat krusial dalam kegiatan kemanusiaan dan penyelamatan.
Sebelumnya, Agam Rinjani menjadi sorotan global setelah video dan kisah heroiknya beredar luas, terutama di Brasil, negara asal Juliana Marins.
Masyarakat Brasil yang bersimpati dengan pengorbanan Agam kemudian berinisiatif menggalang dana untuknya.
Donasi yang terkumpul, kini mencapai angka fantastis, yakni Rp 1,3 miliar, dan kabarnya disalurkan langsung ke rekening pribadi Agam.
Aksi donasi ini kemudian dikabarkan menuai protes dari tim SAR lainnya, salah satunya diungkapkan oleh Rio Pratama, salah satu Tim SAR yang ikut evakuasi jenazah Juliana Marins meski ia tak ikut terjun ke jurang.
Ia menyoroti bahwa penggalangan donasi ini dilakukan secara sepihak dan tidak melalui jalur resmi tim, untuk itu Rio mempertanyakan mengapa Agam tidak memberitahu tim perihal adanya open donasi tersebut.
Ia memprotes sebab menurutnya proses evakuasi adalah kerja tim yang melibatkan banyak pihak dengan risiko yang sama besar dan Agam tak akan bisa melakukan hal itu sendirian.