3. Mengapresiasi Komitmen Kelompok LGBTQ
“Aku malu sama eljibiti yang rela dipukuli, dibully, dicancel, karena pembelaan dan komitmen mereka ke Baitul Maqdis.”
Felix menggarisbawahi bahwa meski tak setuju dengan gaya hidup mereka, ia tidak bisa mengabaikan keberanian yang ditunjukkan dalam isu Palestina.
4. Tetap Tegas pada Prinsip Aqidah
Felix menegaskan bahwa penghargaan terhadap keberanian pihak lain tidak berarti menerima seluruh pandangan mereka.
“Gak lantas membuat aku lupa dengan kebengisan mereka di Suriah, atau kata-kata gak pantas mereka pada sahabat Abu Bakar, Umar, atau bunda Aisyah.”
5. Realistis terhadap Manuver Politik
Felix menyambut positif serangan rudal Iran ke Israel, namun tidak meletakkan harapan berlebihan. “Sejarah mengajarkan aku nggak berharap banyak hingga akhirnya kecewa.”
6. Konsisten dalam Sikap terhadap Iran
Ia menanggapi kritik yang menyebutnya berubah soal Iran. “Yang nggak suka dengan pendapatku tentang Iran, cukup tahu aja, aku dari dulu nggak pernah mengganti pendapatku tentang Iran.”
7. Menyerukan Fokus pada Palestina
Felix menutup dengan pernyataan bahwa ini adalah bahasannya yang terakhir soal Iran, agar tidak terdistraksi dari isu utama.
“Aku komitmen pada persatuan, pembebasan Baitul Maqdis," pungkasnya.
Klarifikasi ini menegaskan bahwa pembelaan terhadap Palestina tak boleh terjebak dalam polarisasi identitas. Felix Siauw tetap menyuarakan prinsip-prinsip Islam yang diyakininya, tetapi juga mendorong umat untuk fokus pada isu yang lebih besar: Gaza dan Baitul Maqdis.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!