“Nanti kalau viral, pasti ada aja yang bikin masalah karena nggak dapat bagian/mengangkat namanya. Entah dibilang tidak berizin, tidak higienis, mengganggu ketertiban dan ujungnya ditutup,” cuitnya lagi.
Sementara itu, berdasarkan tangkapan layar yang dibagikan akun Instagram Masjid Jogokariyan, kanal YouTube milik masjid yang viral tersebut diblokir lantaran melanggar aturan YouTube.
“Kami dianggap melanggar peraturan YouTube karena berafiliasi dengan kelompok ekstrimis atau kriminal,” tulis akun Instagram @masjidjogokariyan.
Hal tersebut tentu saja dibantah mentah-mentah oleh pihak masjid yang beralamat di Jalan Jogokaryan, Mantrijeron, Yogyakarta.
Pihak masjid pun berbesar hati menerima pemblokiran tersebut dan meminta publik mendoakan Masjid Jogokariyan.
“Saat suara kebenaran dibungkam, jangan biarkan doamu ikut diam. Doakan terus Masjid Jogokariyan agar tetap kuat di jalan dakwah, agar tidak goyah di tengah fitnah, agar istiqomah membela umat,” tulis @masjidjogokariyan lagi.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!