Ferry menyimpulkan bahwa logika semacam ini hanya akan memperkuat kebijakan buruk yang merugikan masyarakat dan lingkungan.
Melalui kritik rasional dan berbasis data, Ferry Irwandi tidak hanya membantah argumen Ulil, tapi juga mengajak publik untuk lebih kritis.
Pertambangan di kawasan seperti Raja Ampat bukan hanya soal untung-rugi sekarang, tapi menyangkut arah masa depan bangsa.
Sesat pikir bukan hanya berbahaya di ruang debat, tapi bisa fatal saat jadi kebijakan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!