SketsaNusantara.id - Konflik berdarah antara Zionis Israel dan Iran kini telah mencapai titik kritis yang mengguncang tatanan politik dan keamanan kawasan.
Turis-turis asing yang berada di Tel Aviv berbondong-bondong melarikan diri melalui jalur darat ke Mesir.
Penutupan wilayah udara Israel membuat mereka tak punya pilihan lain selain menempuh jalan darat menuju Eilat dan menyeberang ke Sharm Al Shaikh.
Evakuasi ini dipimpin langsung oleh berbagai kedutaan besar yang tak lagi melihat Negeri Zionis sebagai tempat yang aman untuk warga negaranya.
Reuters melaporkan bahwa kepanikan melonjak setelah rentetan rudal Iran mulai menghantam Tel Aviv.
Puncaknya adalah ketika satu rudal Iran menembus sistem pertahanan udara Israel dan menghancurkan pusat utama Mossad, badan intelijen paling rahasia dan simbol dominasi militer Israel di kawasan.
Pernyataan resmi dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menegaskan bahwa serangan tersebut bukanlah serangan sembarangan.
Mereka mengklaim sukses menghantam langsung pusat komando Mossad dan direktorat intelijen militer Israel (AMAN) yang selama ini menjadi otak dari berbagai operasi rahasia di luar negeri.
"Meskipun dilindungi oleh sistem perlindungan udara yang sangat canggih, direktorat intelijen militer tentara rezim Zionis... berhasil dihantam oleh IRGC. Api kini berkobar di pusat yang telah dihancurkan tersebut," demikian pernyataan resmi IRGC, dikutip dari Tasnim News Agency.
Ini adalah pukulan simbolik yang tak hanya menyentuh struktur keamanan Israel, tapi juga citranya di mata internasional.
Israel yang selama ini digambarkan sebagai negara dengan pertahanan udara paling maju di dunia, justru kecolongan di jantung intelijennya sendiri.