news

Berharap Hidup Lagi, Seorang Suami di Tanggul Jember Tidur Bersama Jasad Istri Yang Sudah Membusuk

Senin, 16 Juni 2025 | 22:13 WIB
Ilustrasi jasad membusuk di Tanggul Jember (Pixabay Mohamed_hasan)

SketsaNusantara.id - Tanggul Jember gempar, setelah ditemukan seorang suami tidur bersama jasad istrinya yang telah membusuk.

Seorang pria lanjut usia di Tanggul Jember, dilaporkan tidur bersama jasad istrinya selama beberapa hari di dalam rumah sehingga peristiwa ini menggemparkan warga sekitar.

Seperti dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube KOMPASTV yang diunggah pada Senin 16 Juni 2025, warga dibuat geger dengan penemuan jasad perempuan bernama Sundari.

Baca Juga: Dirasa Merugikan, Masyarakat Semboro Jember Minta Operasi Peternakan Ayam Ditutup

Sundari diketahui merupakan wanita paruh baya yang hidup berdua bersama suaminya di Tanggul Kulon, Jember, Jawa Timur.

Sebelum ditemukan, warga menghirup bau tak sedap yang diduga berasal dari daging Sundari yang telah membusuk.

Saat didatangi ke rumahnya, kondisi Sundari sudah membusuk dan disampingnya berbaring suaminya yang bernama Jatmiko.

Baca Juga: Bakal Ada Rotasi Pejabat Eselon II, Anggota Fraksi Gerindra DPRD Jember Ardi: Kami Dukung Penuh Kebijakan Bupati Gus Fawait

Setelah dikonfirmasi warga setempat, diketahui bahwa Jatmiko rupanya juga sedang sakit stroke dan ia tak meminta bantuan tetangga.

Menurut keterangan Jatmiko, ia tak melaporkan kematian istrinya kepada orang lain sebab ia berharap istrinya Sundari akan hidup lagi.

Setelah diusut, Sundari rupanya sudah meninggal dunia selama 5 hari dan selama itu pula Jatmiko menemaninya tanpa berusaha memberitahu siapapun hingga kondisinya membusuk.

Baca Juga: Sumbersari hingga Kaliwates, Ini 7 Kecamatan dengan Jumlah Kelompok Bermain Terbanyak di Kabupaten Jember

"Kematian ibu Sundari itu kematian yang wajar saja, tidak langsung diinformasikan kepada warga sekitar dengan alasan bahwa suami yang bernama Pak Miko itu berharap istrinya bisa hidup lagi," ujar Edi Sulistyo.

Hal itu dikonfirmasi oleh tokoh masyarakat setempat bernama Edi Sulistyo bahwa kematian Sundari merupakan kematian yang wajar sebab sama sekali tak ada tanda-tanda kekerasan yang tertinggal.

Halaman:

Tags

Terkini