SketsaNusantara.id- Jenazah pengasuh pondok pesantren Miftahul Ulum, Taufik Hasyim dan sang istri Nyai Amiratul Nawaddah tiba ke rumah duka pada jam 12:30 WIB. Kedatangan jenazah kyai dan ibu nyai itu disambut haru oleh keluarga, para pengurus pondok, santri, tokoh masyarakat dan warga sekitar.
Petugas bersama keluarga, pengurus ponpes dan para santri menurunkan jenazah dan meletakkannya di sekitar masjid pesantren Miftahul Ulum untuk dimandikan oleh keluarga. Tampak, anggota keluarga, pengurus, para santri dan warga sangat sedih kehilangan sosok kiai dan ibu nyai pondok pesantren mereka.
Setelah dimandikan, jenazah akhirnya disholatkan di masjid. Sebelum melakukan proses pemakaman, para santri dan warga terlihat sangat khusyu’ mengaji di dekat jenazah.
Jenazah kemudian dimakamkan pada jam 14:15 WIB, di dalam lingkungan pesantren (astah). Sosok kiai Taufik dan nyai Amiratul dimakamkan secara berdampingan di dalam lingkungan pesantren.
Saat prosesi pemakaman, semua pihak tidak diperbolehkan merekam atau mengambil gambar.
Berdasarkan pantauan dilapangan, para kiai besar dan tokoh-tokoh NU dari beberapa kota berdatangan. Bahkan jalanan untuk menuju dan sekitar pesantren macet akibat banyaknya kendaraan yang berdatangan.
Salah satu yang datang saat prosesi pemakaman adalah Wakil Ketua 1 PWNU Jawa Timur, Muhammad Balya Fir’jaun Barlaman. Menurutnya, sosok kiai taufik adalah tokoh yang sangat santun.
“Beliau adalah sosok santun dan bertanggung jawab. Hampir seluruh ajaran yang dibawa oleh NU dan pesantren itu tercermin dalam diri beliau,” katanya saat dikonfirmasi, Sabtu 14 Juni 2025.
Selanjutnya kata dia, hampir semua pihak pasti merasa kehilangan atas kepergian kiai Taufik. Pasalnya, sosok kiai Taufik adalah orang yang perjuangannya selalu bertujuan untuk kemaslahatan masyarakat dan umat.
“Kami semua kaget beliau telah tiada, betapa beliau orang yang tidak patah semangat terus perjuangannya diartikan untuk masyarakat dan umat. Semuanya merasakan kehilangan,” tandasnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!