RAT merupakan sumber daya darurat yang digunakan saat sistem lain gagal berfungsi, termasuk saat terjadi kemacetan atau Stall.
Jadi, kemungkinan pesawat Air India mengalami kegagalan mesin yang menyebabkan stall atau macet yang menyebabkan hilangnya daya angkat akibat sudut serang yang terlalu besar, sehingga menyebabkan pesawat tidak dapat tetap mengudara.
RAT membantu memelihara sistem penting seperti kontrol penerbangan dan instrumentasi saat pesawat mengalami stall, guna mencegah hilangnya kemampuan terbang sepenuhnya.
Dalam kecelakaan Air India AI171, beberapa orang mengaku mendengar RAT dalam sebuah video, yang menunjukkan adanya kehilangan daya, mungkin karena kegagalan mesin.
Pengamat penerbangan, Saurabh Bhatnagar juga menyatakan adanya kemungkinan multiple bird hits atau bertabrakan dengan beberapa burung yang menyebabkan mesin pesawat kehilangan daya dorong.
"Jika melihat pada video lepas landasnya tampak sempurna. Namun, sebelum roda pendaratan sempat ditarik, pesawat mulai kehilangan ketinggian," kata Saurabh dikutip dari situs The Independent.
"Hal ini mengindikasikan adanya multiple bird hits (tabrakan dengan beberapa burung sekaligus) sehingga kehilangan tenaga atau daya angkat," tuturnya.
Namun, hal ini masih belum dikonfirmasi. Hingga kini Air India melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan dan pihak maskapai masih fokus membantu kebutuhan keluarga korban yang terdampak kecelakaan ini.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini