Kelima wilayah tersebut mengalami kenaikan jumlah penduduk yang cukup signifikan dibandingkan kecamatan lain. Beberapa faktor yang memengaruhi bisa jadi karena pusat layanan publik, pertumbuhan kawasan perumahan, dan akses transportasi.
Di sisi lain, Kencong justru mengalami penyusutan jumlah penduduk dengan laju -0,42% per tahun.
Wilayah lainnya yang mengalami penurunan adalah Jombang (-0,35%), Sumberbaru (-0,33%), dan Semboro (-0,21%).
Hal ini menunjukkan bahwa tidak semua wilayah di Jember mengalami peningkatan penduduk, dan ini bisa berdampak pada prioritas pembangunan.
Kecamatan Padat, Tapi Tak Selalu Tumbuh Pesat
Beberapa kecamatan dengan jumlah penduduk besar tidak selalu mengalami pertumbuhan tinggi. Misalnya Puger dengan 126.660 jiwa hanya tumbuh 0,19% per tahun, atau Balung yang berpenduduk 84.749 jiwa namun laju pertumbuhannya hanya 0,42%.
Sebaliknya, Sukorambi yang hanya memiliki 42.929 jiwa, tumbuh sebesar 0,69% per tahun.
Artinya, besarnya jumlah penduduk tidak selalu identik dengan pertumbuhan yang cepat. Beberapa wilayah dengan jumlah penduduk kecil justru tumbuh lebih pesat dari rata-rata kabupaten.
Secara umum, wilayah dengan kecenderungan urban atau semi-urban memiliki daya tarik tersendiri dibandingkan daerah agraris atau pinggiran.
Meskipun demikian, laju pertumbuhan penduduk juga harus diimbangi dengan kapasitas infrastruktur, pelayanan publik, dan daya dukung lingkungan yang memadai.
Dengan total penduduk lebih dari 2,6 juta jiwa dan dinamika pertumbuhan yang tidak merata, data ini sangat penting bagi pemerintah daerah dalam merancang program pembangunan.
Kebutuhan pendidikan, layanan kesehatan, perumahan, dan lapangan kerja harus disesuaikan dengan tren pertumbuhan di masing-masing kecamatan.
Tanpa perencanaan yang matang dan berbasis data, pertumbuhan penduduk bisa menjadi beban bagi wilayah tertentu.
Sebaliknya, wilayah yang tumbuh pesat bisa dimanfaatkan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru jika dikelola dengan tepat.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!