SketsaNusantara.id - Nama Gus Fahrur Rozi mendadak jadi perbincangan hangat publik.
Gus Fahrur diketahui menjadi salah satu petinggi di PT GAG Nikel Raja Ampat.
Hal ini seolah menjawab rasa penasaran publik terkait pernyataan Gus Fahrur di instagram pribadinya belum lama ini.
Petinggi PBNU itu seperti mendukung adanya aktivitas tambang yang merusak alam Raja Ampat.
Tak ayal unggahan Gus Fahrur pun dipenuhi hujatan dan kemarahan netizen.
Ia mengatakan jika foto dan video yang tersebar di media terkait kerusakan alam Raja Ampat merupakan hasil editan AI.
"Belakangan ini viral kampanye #SaveRajaAmpat dari Greenpeace yang menampilkan keindahan Piaynemo berdampingan dengan foto dan video tambang nikel di Pulai Gag," ucapnya dikutip SketsaNusantara.id dari instagram @gus_fahrur.
"Banyak foto hasil editan AI juga beredar luas. Akibat narasi ini, banyak yang mengira lokasi tambang berada di kawasan wisata," imbuhnya.
Gus Fahrur juga mengatakan jika PT GAG Nikel telah memiliki izin tambang resmi dan sudah ditetapkan sejak 2017.
"Pulau Gag bukanlan desitnasi wisata, melainkan wilayah dengan izin usaha pertambangan resmi yang dikelola oleh PT GAG Nikel," lanjutnya.
"Izin eksplorasi di pulai ini telah berlaku sejak 1998 dan ditetapkan sebagai IUP (Izin Usaha Pertambangan sejak 2017)" tegasnya.
Atas pernyataan tersebut Gus Fahrur bahkan juga didesak untuk mundur dari jabatannya sebagai ketua PBNU.