news

Kronologi Lengkap Jemaah Haji Jalan Kaki dari Muzdalifah: Bus Terlambat, Lalu Lintas Padat, dan Intervensi Darurat

Minggu, 8 Juni 2025 | 19:45 WIB
Ilustrasi haji. (Pexels/Yasir Gurbuz)

SketsaNusantara.id - Ribuan jemaah haji Indonesia sempat mengalami situasi tidak biasa saat menjalankan rangkaian ibadah haji pada Jumat, 6 Juni 2025 atau 10 Zulhijjah 1446 H. Setelah menyelesaikan mabit di Muzdalifah, sebagian jemaah memilih berjalan kaki menuju Mina karena keterlambatan bus jemputan.

Fenomena ini kemudian menjadi sorotan publik setelah muncul berbagai unggahan di media sosial yang menggambarkan kondisi jemaah yang berjalan kaki sejauh 3–4 kilometer menuju Mina.

Kementerian Agama RI melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi pun memberikan penjelasan resmi mengenai kejadian tersebut.

Baca Juga: Viral! 4 Orang Jamaah Haji Indonesia Merokok di Kamar Hotel, Alarm Kebakaran Bunyi dan Lansia Panik Tak Mampu Turun Tangga

Pemberangkatan jemaah dari Muzdalifah ke Mina sebenarnya telah mengikuti ketentuan Pemerintah Arab Saudi, yang dimulai sejak pukul 23.35 Waktu Arab Saudi (WAS). Namun, proses pemindahan jemaah dari lokasi berlangsung lebih lama dari yang ditargetkan.

“Namun secara keseluruhan, proses evakuasi berhasil dilakukan dan Muzdalifah dinyatakan kosong dari jemaah haji Indonesia pada pukul 09.40 WAS, terlambat 40 menit dari target yang ditetapkan,” ujar Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Hilman Latief, dikutip dari laman resmi Kemenag, Minggu 8 Juni 2025.

Baca Juga: 5 Artis Throwback Momen Kala Menunaikan Ibadah Haji dan Umrah, Edisi Rindu Tanah Suci di Momentum Idul Adha 2025

Hilman menjelaskan, keterlambatan disebabkan oleh tidak konsistennya jadwal bus karena antrean panjang serta kepadatan lalu lintas. Selain itu, terjadi gangguan rotasi bus dari Mina ke Muzdalifah dalam beberapa jam, memperparah kondisi.

Kondisi tersebut membuat banyak jemaah merasa kelelahan dan khawatir tidak akan segera terangkut. Akibatnya, mereka memilih membuka pintu keluar dan berjalan kaki menuju Mina.

“Karena bus yang terlambat datang, sebagian jemaah memutuskan untuk membuka pintu keluar di Muzdalifah dan berjalan kaki menuju Mina, ini memunculkan arus pergerakan spontan tanpa kendali,” terang Hilman.

Kondisi darurat tersebut membuat PPIH Arab Saudi mengambil keputusan cepat. Pada pagi hari 10 Zulhijjah, sebagian jemaah dari berbagai maktab yang khawatir tak terjemput akhirnya dilepas untuk berjalan kaki, dengan catatan agar jemaah lanjut usia dan risiko tinggi tetap menunggu di Muzdalifah.

Namun, pergerakan pejalan kaki ini turut memperparah kemacetan di jalur bus. “Pergerakan jemaah pejalan kaki berdampak pada kemacetan di jalur utama shuttle bus,” jelas Hilman.

Untuk merespons situasi, PPIH Arab Saudi segera berkoordinasi dengan Kementerian Haji Saudi dan syarikah terkait untuk mempercepat perputaran bus dan menenangkan jemaah.

“PPIH menerima permintaan dari Kemenhaj dan syarikah untuk menenangkan jemaah dan menghentikan arus jalan kaki, namun sudah tidak dapat dikendalikan,” imbuhnya.

Halaman:

Tags

Terkini