SketsaNusantara.id - Ketua DPP PDI Perjuangan Ganjar Pranowo kembali menarik perhatian. Saat dimintai tanggapan mengenai kemungkinan pertemuan lanjutan antara Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Ganjar menjawab dengan sindiran.
“Mungkin (ada pertemuan lanjutan), karena nasi gorengnya belum dimakan,” ucap Ganjar kepada wartawan di Galeri Nasional, Minggu 8 Juni 2025.
Sindiran ringan ini merujuk pada pertemuan formal terakhir kedua tokoh yang berlangsung saat perayaan Hari Lahir Pancasila pada 2 Juni 2025 di Gedung Pancasila, Jakarta. Momen tersebut juga dihadiri oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Ganjar kemudian menambahkan,“Kalau nasi gorengnya sudah dimakan berarti akan ada pertemuan lanjutan."
Meski pernyataannya terdengar santai, sindiran Ganjar tidak bisa dilepaskan dari konteks politik pasca-Pilpres 2024. Megawati dan Prabowo selama ini dikenal punya relasi politik yang tidak selalu harmonis.
Maka, setiap tanda atau simbol yang merujuk pada kemungkinan komunikasi di antara keduanya kerap ditafsirkan lebih dalam.
Hingga kini, menurut Ganjar, belum ada jadwal pasti mengenai pertemuan susulan antara Megawati dan Prabowo. Ia menyebut bahwa belum ada rencana resmi dari kedua belah pihak.
Namun, kehadiran keduanya dalam satu forum seperti Harlah Pancasila setidaknya menunjukkan bahwa komunikasi antar elit politik masih terbuka, meskipun belum mengarah pada kerja sama konkret.
“Menurut saya itu sebuah sunnahtullah saja, pasti akan terjadi, kebetulan event-nya perayaan Hari Lahir Pancasila,” ucap Ganjar.
Ganjar juga menekankan pentingnya agar pertemuan tokoh tidak hanya berhenti pada seremoni atau simbol-simbol yang dikemas indah, tetapi benar-benar menjadi titik temu untuk merawat semangat kebangsaan dan membangun kerja sama nyata.
“Kita harapkan tidak cuma sekadar simbol, tapi betul-betul mari kita bersama-sama membangun bangsa,” ujarnya.