SketsaNusantara.id - Mulai tahun ajaran baru, Gubernur Jawa Barat memberikan instruksi agar seluruh sekolah di wilayahnya tidak lagi memberikan tugas sekolah untuk dikerjakan di rumah kepada para siswa.
Instruksi ini berikan sebagai bagian dari kebijakan baru untuk memberikan kehidupan yang lebih seimbang di sekolah dan rumah.
Hal tersebut diungkapkan Dedi Mulyadi melalui berita yang dirilis Humas Jabar pada Kamis, 5 Juni 2025 seperti yang dikutip oleh SketsaNusantara.id.
Kebijakan ini sesuai dengan arahan Gubernur mengenai jam belajar yang dimulai pukul 06.30 waktu setempat.
“Pemda Provinsi Jawa Barat berencana menghapus pekerjaan rumah bagi siswa,” ujar Dedi Mulyadi dalam keteranganya.
Menurut Gubernur, kebijakan penghapusan PR ini berkaitan erat dengan pengaturan jam belajar siswa yang kini mulai lebih awal.
“Ini diberlakukan pada tahun ajaran baru,” imbuhnya.
Perubahan jam masuk tersebut dimaksudkan sebagai kompensasi atas libur akhir pekan yang diberikan kepada para siswa.
Dia juga berpendapat bahwa memulai aktivitas lebih pagi bagi para siswa juga lebih baik.
Dengan waktu belajar tersebut, Dedi Mulyadi mengungkapkan harapannya kepada para siswa agar dapat menyelesaikan tugas akademik di lingkungan sekolah.
Ia juga menekankan bahwa kegiatan belajar harus tuntas di sekolah agar ketika berada di rumah, siswa bisa fokus pada kegiatan non-akademik.