"Ketakwaan yang menimbulkan kesadaran bahwa kita tidak bisa khusyuk shalat Subuh sementara kita tahu tetangga kita semalam tidur kelaparan," ucapnya.
"Ketakwaan yang memantik kegelisahan melihat anak-anak kaum tak punya terpaksa mengamen di perempatan sementara anak kita bersekolah di tempat terbaik," lanjutnya.
Ia mengajak jamaah untuk mengubah kesadaran menjadi aksi nyata, dengan semangat berkurban untuk mewujudkan keadilan sosial.
Langkah kecil seperti membantu tetangga, berbagi rezeki, atau memperjuangkan hak-hak yang tertindas menjadi wujud konkret dari semangat Idul Adha.
"Mari kita jadikan Idul Adha tahun ini sebagai momentum untuk kembali memulai aksi, dari lingkungan terdekat kita. Mulai dari hal-hal kecil yang bisa kita lakukan, karena perubahan besar selalu dimulai dari langkah-langkah kecil yang konsisten," pesannya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini