SketsaNusantara.id - Timnas Indonesia akan melawan China di Gelora Bung Karno (GBK) pada Kamis, 5 Juni 2025.
Jelang laga Timnas Indonesia vs China, antara pelatih Indonesia dan China sudah adu 'psywar' di media sosial.
Patrick Kluivert memperingatkan China agar lebih berhati-hati saat bertanding di stasiun GBK, sedangkan pelatih China menyatakan bertekad meraih kemenangan seperti saat bertemu di China pada Oktober 2024 yang lalu.
Meski demikian, Kluivert menyatakan bahwa ia tak gentar dengan ancaman dari China karena ia memiliki strategi tersendiri untuk melawan lawan tangguhnya kali ini untuk merebut point dan tak akan mengulang kesalahan yang sama seperti yang dilakukan Shin Tae-yong (STY).
Pada Oktober 2024 yang lalu, Timnas Indonesia takluk ketika masih dibawah pelatih STY dan kini Timnas berada dibawah asuhan Kluivert dan jajaran asistennya.
Terkait strategi apa yang saat ini akan digunakan oleh Kluivert dibongkar oleh analis sepak bola Haris Pardede.
"Ini pernyataan Kluivert sesaat sebelum bertolak ke Jakarta, 2 hari yang lalu di Bali," ujar Haris Pardede dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube KOMPASTV.
Haris Pardede mengatakan bahwa Kluivert menjelaskan padanya bahwa ia dan timnya tak akan fokus pada 1 atau 2 pemain China namun Kluivert memutuskan akan melihat gaya bermain dari pemain China itu sendiri.
Hal itu karena pemain bisa dirubah namun gaya bermain tidak akan dirubah sehingga Kluivert akan fokus pada hal itu.
Dimana China selama ini dikenal sebagai tim yang menggunakan counterpress, bertahan dan mengandalkan kecepatan dalam serangan-serangan balik dan rupanya hal itu efektif sehingga Indonesia sebelumnya mampu ditaklukkan.
Haris Pardede sendiri memprediksi China akan tetap mengusung gaya bermain counterpress, bertahan, dan mengandalkan kecepatan dalam serangan balik dan gaya ini terbukti berhasil saat pertemuan pertama di Qingdao, China.