SketsaNusantara.id - Kecelakaan kereta api dengan sejumlah kendaraan bermotor yang terjadi di Kelurahan Mangge, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan pada 19 Mei lalu meninggalkan duka yang mendalam bagi pihak keluarga yang ditinggalkan.
Peristiwa tersebut sempat viral. Diduga, penjaga palang pintu kereta api lalai sehingga mengakibatkan 7 kendaraan bermotor tertabrak Kereta Api Malioboro Express yang melintas sesaat setelah Kereta Api Matarmaja melintas.
Akibatnya, empat orang dinyatakan meninggal dan 3 korban lain mengalami luka-luka.
Baca Juga: Ekosistem Raja Ampat Terancam Tambang Nikel, Susi Pudjiastuti Desak Pemerintah Bertindak Cepat
Atas kejadian itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur turut berbelasungkawa dan memberikan santunan kepada 4 ahli waris dan 5 anggota keluarga korban laka lantas Kereta Api Malioboro Eskpress rute Purwokerto - Malang.
Bertempat di Pendopo Kabupaten Magetan pada Senin, 2 Juni 2025, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara langsung memberikan santunan itu. Nominalnya pun variative.
Bagi keluarga korban meninggal dunia, pihaknya memberikan santunan sebesar Rp 10 juta. Sementara itu, ada senilai Rp 5 juta bagi korban yang mengalami luka berat dan sebesar Rp 2,5 juta bagi yang menderita luka ringan.
"Kepada keluarga korban yang ditinggalkan, kami turut berbela sungkawa," papar Khofifah. Harapannya, semoga almarhum khusnul khotimah.
Kepada korban laka lantas yang saat ini tengah dirawat di rumah sakit, Khofifah mendoakan supaya yang bersangkutan segera diberi kesembuhan, Kesehatan, dan semoga bisa segera melanjutkan aktivitas masing-masing.
Lebih lanjut, terkait dengan laka lantas Kereta Api Malioboro Ekspress, Khofifah menyebutkan bahwa kejadian tersebut murni lantaran human error. "Bukan karena tidak ada palang pintu atau tidak ada penjaganya," imbuhnya.
Baca Juga: Usai Dituding Sebagai Gubernur Sombong, Dedi Mulyadi: Jujur Aja Saya Memang Lagi Sombong Itu...
Sebab, perlintasan kereta api jalur ganda itu merupakan perlintasan yang dijaga secara resmi. Pihaknya berpesan, agar setiap pengguna jalan bisa berhati-hati aat melintasi rel kereta api.
Ke depan, pihaknya berharap hal serupa tak terjadi lagi. Bersama dengan jajaran KAI, pihaknya bakal terus berkolaborasi agar menciptakan keamanan dan kenyamanan bagi setiap pengguna jalan yang melintasi rel kereta api.***