news

Didorong Lonjakan Permintaan dan Panen Raya, Indeks Bisnis UMKM BRI Kuartal 1 2025 Tunjukkan Pertumbuhan

Senin, 2 Juni 2025 | 09:49 WIB
BRI rilis Indeks BIsnis UMKM Kuartal pertama 2025 (Dok.BRI)

SketsaNusantara.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk kembali meluncurkan Indeks Bisnis UMKM untuk kuartal pertama 2025 sekaligus memberikan proyeksi untuk kuartal kedua.

Hasilnya menunjukkan bahwa pelaku UMKM terus mencatatkan pertumbuhan positif, tercermin dari nilai indeks sebesar 104,3 pada kuartal pertama tahun 2025 atau Q1-2025.

Angka ini lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun lalu yakni (102,9) maupun kuartal sebelumnya (102,1).

Pertumbuhan ini terutama dipicu oleh tingginya permintaan selama bulan Ramadan dan Idul Fitri 2025, yang berdampak pada naiknya harga dan omzet di sektor pertanian, industri pengolahan, jasa angkutan, dan jasa lainnya.

Peningkatan daya beli masyarakat akibat THR dan bantuan sosial juga ikut mendukung lonjakan permintaan tersebut.

Baca Juga: BRInita, Cara BRI Bangun Ketahanan Pangan Urban Sekaligus Angkat Peran Perempuan Lewat Pertanian Kota

Panen raya tanaman pangan di beberapa sentra produksi juga memberikan dorongan signifikan terhadap sektor pertanian salah satunya karena harga jual yang menarik.

Di sisi lain, banyak pelaku UMKM yang mulai berinovasi dan meningkatkan kualitas produk serta layanan, salah satunya melalui pemanfaatan platform digital dan penjualan online.

Selain pertumbuhan bisnis, likuiditas dan profitabilitas UMKM juga membaik, walaupun peningkatan keuntungan masih terbatas akibat naiknya biaya bahan baku, khususnya di sektor industri, konstruksi, dan perdagangan.

Baca Juga: 70 UMKM Ikuti Program Sertifikasi Halal BRI Peduli, Langkah Strategis untuk Hadapi Persaingan Global

Dari sisi komponen penyusun indeks, hampir semuanya menunjukkan kenaikan dan berada di atas 100, kecuali volume produksi yang masih berada di angka 99,2.

Kenaikan paling signifikan tercatat pada rata-rata harga jual (116,0), seiring dengan naiknya harga menjelang hari raya Idul Fitri.

Peningkatan harga jual dan produksi mendorong kenaikan omzet (101,4), pemesanan, dan stok bahan baku. Penyerapan tenaga kerja juga meningkat, sejalan dengan kebutuhan selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional atau HBKN.

Sementara itu, investasi tetap tumbuh meskipun tidak terlalu signifikan dari kuartal sebelumnya.

Halaman:

Tags

Terkini