Tanggapan yang beragam dari netizen didapati pada saat surat edaran tersebut diunggah melalui media sosial X oleh akun @sitsnoe.
"Mana website peduli lindunginya juga udah jadi situs judol lagi" ujar akun X @maksyihab
"sepertinya data base kita udah dipindah ke satusehat semua, pedulilindungi ga ada apa-apa lagi. pedulilindungi udah nggak urus oleh Kemenkes sejak 2023, karena udah beralih ke satusehat," tulis akun X @sitsnoe menjawab
"3 hari lalu demam sampe 40.1, menggigil parah, lemas, ngos2an, badan kek digebugin, ga bisa tidur, RHR 120x/menit. Membaik dgn obat simtomatis dan istirahat (untung libur)" tukas akun X @fsapradana
"Ahh takut nanti suruh vaksin lagi, ehh nnti takutnya ternyata vaksin TBC yg kita mau dibuat percobaan itu. Takut bgt konspirasi (bicara dengan nada suuzon)," timpal akun @e_mhda.
"covid sama tbc beda kocak, covid virus tbc bakteri
kedua, uji klinis yg di omongin itu udh selasai dari April 2025 :) ketiga kalaupun vaksin tbc mau dipake, itu baru bisa tahun 2029 karena uji klinisnya baru selesai 2028. kalau mau suudzon minimal pinter cari info," jelas akun x @gatauT_T mencoba menerangkan.
Meskipun terjadi perdebatan karena munculnya SE yang memiliki waktu berdekatan dengan rencana pemerintah untuk ujicoba vaksin TBC yang ditolak oleh sebagian masyarakat, kewaspadaan tetap harus ditingkatkan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini