SketsaNusantara.id - Menteri Sosial Saifullah Yusuf memastikan komitmen Pemerintah Pusat terhadap lansia di Indonesia.
Komitmen tersebut ditunjukan dengan menyiapkan berbagai program, untuk memberikan jaminan sosial bagi para lansia.
Mensos Gus Ipul mengatakan, Provinsi Jawa Timur merupakan daerah dengan jumlah ania tertinggi di Indonesia dan Jember menjadi kabupaten terbesar dengan jumlah penduduk lansia.
Baca Juga: Bupati Warsubi Bertemu Mensos Syaifullah Yusuf: Dorong Percepatan Pengentasan Kemiskinan di Jombang
“Jember angka lansia yang ada di sini mencapai 415 ribu jiwa, hal ini menunjukan bahwa angka harapan hidupnya tinggi, maka agenda peringatan Hari Lansia Usia Nasional (HLUN) 2025 di taruh di Jember,” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu 31 Mei 2025.
Gus Ipul mengungkapkan, data jumlah lansia di Indonesia kini mencapai 33 juta Jiwa, artinya jika angka harapan hidup ini meningkat dan di prediksi tahun 2045 mencapai 20 persen.
“Maka dari itu kami Kemensos terus bekerja dan bergerak dari data ke tindakan dari kebijakan ke pelukan, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Baca Juga: Mensos Gus Ipul Kunjungi Jombang: Perkuat Sinergi dan Optimalkan Bantuan Sosial
Gus Ipul menyampaikan, dengan Program Keluarga Bahagia (PKH) dari Kemensos bisa mencapai 5 juta lebih lansia dan ada 8 juta lansia yang teridentifikasi masuk dalam garis kemiskinan, kemudian mendapat BNPT sembako.
“Kemudian ada permakanan sosial, lalu lebih dari 156 ribu lansia menerima bantuan nutrisi dan home care. Maka dalam skema ini para lansia harus dirangkul oleh negara,” imbuhnya.
Maka dari itu, berdasarkan arahan Presiden Prabowo program terhadap lansia harus ditingkatkan kembali.
“Mereka ini membutuhkan bantuan sosial, bantuan rehabilitasi sosial dan rehabilitasi medis,” pungkasnya.
“Ada beberapa program yan telah disiapkan mulai dari program layanan kesehatan, perlindungan jaminan sosial, rehabilitasi sosial dan pemberdayaan bagi lansia yang masih bisa berkarya,” terangnya.