M. Zidan Azzakri, koordinator lapangan aksi tersebut mengungkapkan bahwa untuk rasa ini merupakan wujud solidaritas mahasiswa bagi korban.
Zidan juga menambahkan, kekerasan dan intimidasi yang diduga dialami korban juga telah dilaporkan ke pihak dekanat.
Namun hingga saat ini belum ada tindakan tegas dari pihak kampus.
“Telah terjadi kekerasan dan intimidasi tapi Dekanat tidak menunjukkan sikap tegas,” ungkap Zidan.
Ia pun menilai tindakan tersebut merupakan bentuk pembiaran sekaligus pembungkaman terhadap korban.
Kabar ini pun memicu reaksi netizen yang menyayangkan tindakan tersebut.
“Sudah tahun 2024 dan masih terjadi lagi seperti ini? Miris dan malu banget, berulang-ulang terjadi. Harus ada yang bertanggung jawab,” komentar @travelbydeddy_.
“Setelah berita duka dari UGM terbitlah berita duka dari Unila. Miris,” tulis @syndtsy.
Netizen lainnya menambahkan agar kasus ini terus dikawal hingga tuntas.
“Beneran nih, karena kekerasan senior? Kalau bener kawal kasus sampai tuntas,” komentas @dapoer.wk_lpg.
Sementara itu hingga artikel ini dimuat, baik pihak fakultas maupun Universitas Lampung belum memberikan tanggapan terkait kabar tersebut.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!