SketsaNusantara.id - Dalam rangka memperingat 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Prancis, Presiden Prancis dan istri berkunjung ke Indonesia.
Presiden Prancis Emmanuel Macron juga dijadwalkan akan berkunjung ke Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, didampingi oleh Prabowo Subianto.
Dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube tvOneNews, kedua kepala negara ini akan hadir di Borobudur pada tanggal 28 atau 29 Mei 2025.
Pemerintah Indonesia, melalui Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) dan InJourney Hasan Nasbi menyebutkan bahwa mereka telah mempersiapkan fasilitas khusus berupa stairlift (tangga angkut) di Candi Borobudur untuk kunjungan ini.
Pemasangan stairlift ini bertujuan untuk memudahkan akses Presiden Macron yang waktu kunjungannya terbatas, sehingga ia bisa menapaki setiap lantai dan tingkat di Borobudur dengan lebih efisien.
Namun meski demikian, stairlift ini ditegaskan bersifat portabel, artinya tidak permanen dimana pemasangannya diklaim tidak menggunakan paku atau bor, sehingga tidak akan merusak struktur candi dan bisa dibongkar dengan mudah setelah kunjungan selesai.
Untuk itu seluruh proses pemasangan dilakukan di bawah pengawasan ketat Kementerian Kebudayaan dan otoritas terkait untuk menjaga kelestarian situs cagar budaya.
Namun ternyata pemasangan stairlift ini menuai pro dan kontra bagi masyarakat Magelang khususnya sebab dikhawatirkan pemasangan stairlift itu akan merusak, baik fisik maupun ke estetikan candi
Namun ada pula yang tak mempermasalahkan hal itu, sebab pemerintah juga sudah menjamin bahwa pemasangan stairlift bersifat sementara dan tak akan merusak apapun.
Masyarakat Magelang yang tinggal di sekitar Borobudur juga tak mempermasalahkan pemasangan stairlift karena sudah ada jaminan dari pemerintah dan mempertimbangkan kondisi kesehatan Presiden Prabowo jika harus menaiki tangga Borobudur secara manual.
"Kalau buat Macron mungkin dia masih kuat naik tangga, justru Pak Prabowo yang harus diperhatikan," tulis @cint***.