news

Tegas! Prabowo Subianto Beri Ultimatum Kepada Pejabat yang Memperumit Regulasi Usaha Sektor Migas Bakal Dicopot

Kamis, 22 Mei 2025 | 19:30 WIB
Pembukaan konvens dan pameran tahunan ke-49 Indonesia Petroleum Assocation 2025, Kamis 22 Mei 2025 (Instagram.com/@presidenrepublikindonesia)

SketsaNusantara.id - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk memangkas dan menyederhanakan regulasi usaha di Indonesia, khususnya di sektor minyak dan gas bumi (migas).

Hal ini disampaikannya saat membuka Konvensi dan Pameran Tahunan ke-49 Indonesian Petroleum Association (IPA) di ICE BSD, Tangerang, Banten, pada Rabu pagi.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan kekecewaannya terhadap masih banyaknya aturan yang justru menyulitkan investor dan pelaku usaha migas.

Baca Juga: Realisasi FLPP Tertinggi Sepanjang Sejarah, Pemerintah Naikkan Kuota Rumah Subsidi Jadi 350 Ribu Unit di Tahun Pertama Prabowo Subianto

Presiden mengecam keras birokrasi yang kerap mempersulit perizinan, bahkan menyindir Indonesia lihai membuat aturan yang justru menghambat diri sendiri.

“Saya minta badan-badan regulasi sederhanakan. Regulasi, saya ulangi, sederhanakan. Indonesia ahli membuat regulasi yang demikian sulit untuk diri kita sendiri,” kata Prabowo Subianto dalam sambutannya dilansir SketsaNusantara.id dari siaran langsung kanal YouTube Kompas TV, Kamis 22 Mei 2025.

Presiden juga mengeluarkan peringatan keras terhadap pejabat yang tidak menunjukkan komitmen dalam menyederhanakan aturan. Ia menegaskan tidak ragu untuk melepaskan pejabat yang tidak berpihak pada kemudahan berusaha.

Baca Juga: Berapa Berat Turbo? Sapi Kurban Terbesar Milik Prabowo Subianto di Sulawesi Barat yang Tiba-Tiba Mati di Kandang

“Kita kurangi pejabat yang tidak mau menyederhanakan regulasi, akan saya copot. Banyak anak muda yang nunggu diberi kesempatan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Prabowo Subianto menyampaikan dengan tegas pentingnya perubahan pola pikir di kalangan birokrasi.

Ia menegaskan bahwa kebiasaan memperumit segala hal harus dihentikan dan diganti dengan pola pikir yang berorientasi pada pelayanan dan dukungan terhadap aktivitas ekonomi demi kepentingan rakyat.

Baca Juga: Presiden Prabowo Hadiri Penandatanganan Kesepakatan Kerjasama Indonesia dan Thailand di Bidang Kesehatan, Begini Isinya!

“Saya minta dirubah. Kalau bisa susah, kenapa harus dibikin gampang Rubah cara berpikir seperti itu. Tidak boleh lagi kita biarkan di republik yang kita cintai,” ujarnya.

Presiden Prabowo Subianto juga menegaskan bahwa regulator seharusnya menjadi fasilitator, bukan penghambat.

Halaman:

Tags

Terkini