Acara ini pun dikecam lantaran dapat berdampak pada ekosistem laut seperti ikan, lumba-luma hingga terumbu karang.
Suara yang dihasilkan dari sound horeg ini dikabarkan mencapai 135 dB atau desibel.
Tingkat kebisingan sound horeg cukup tinggi dapat mengganggu paus dan lumba-lumba, mulai dari stres hingga tersesat dan mati.
Berdasarkan hasil kajian lembaga penelitan kelautan NOAA (National Oceanic and Atmospheric Adminstration), getaran yang dihasilkan dari sound horeg juga bisa merusak terumbu karang.
Tak ayal, Susi Pudjiastuti yang dikenal dengan slogannya ‘tenggelamkan’ ini pun geram.
Baca Juga: Sejarah Karnaval Sound System, Hiburan yang Kerap Meresahkan, Pernah Viral di Malang hingga Pati
Lewat akun X pribadinya, Susi mengecam acara battle sound horeg di laut Pasuruan tersebut.
“Semoga suara debur ombat yang besar akan menenggelamkan sound horeg,” tulisnya.
Cuitan pemilik Susi Air ini pun mendapatkan dukungan dari netizen yang membanjiri kolom komentarnya.
“Semoga nggak cuma menenggelamkan suara sound horegnya, semoga sekalian menenggelamkan munyuk-munyuknya,” tulis salah seorang netizen.
“Tolong ditenggelamkan saja bu. Pasuruan makin panas kebanyakan manusia, siapa tau mereka mau jadi mermaid aja,” komentar netizen lainnya.
Sementara itu, menanggapi gelaran acara battle sound horeg di laut, Polres Pasuruan Kota mengungkapkan bahwa aksi tersebut merupakan spontanitas warga setempat.
Polres Pasuruan Kota pun berharap dinas lingkungan, perikanan maupun instansi terkait lainnya untuk segera melakukan kajian terkait dampak suara sound horeg terhadap eksositem laut.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!