SketsaNusantara.id - Penangkapan Hasto Kristiyanto oleh KPK memunculkan spekulasi penundaan Kongres PDI-P. Namun, Ganjar Pranowo buru-buru membantahnya.
Ketua DPP PDI Perjuangan itu menegaskan bahwa persoalan hukum Hasto tidak berkaitan dengan waktu pelaksanaan kongres. Ia menyebut, urusan penjadwalan kongres adalah ranah Ketua Umum.
"Enggak, itu tidak ada hubungannya juga," kata Ganjar kepada awak media di Sekolah Partai PDI-P, Lenteng Agung, Jakarta, Jumat, 16 Mei 2025.
Ia menambahkan bahwa keputusan tersebut akan ditentukan sendiri oleh Ketua Umum Megawati.
Penundaan Kongres PDI Perjuangan menjadi perbincangan di internal partai maupun publik.
Salah satu pemicunya adalah penangkapan Sekjen PDI-P, Hasto Kristiyanto, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus pergantian antar waktu (PAW) Harun Masiku sebagai anggota DPR.
Meski begitu, sejumlah elite PDI-P menepis spekulasi bahwa penangkapan Hasto menjadi alasan penundaan forum tertinggi partai tersebut. Ganjar Pranowo memastikan tidak ada hubungan antara keduanya.
Keputusan pelaksanaan kongres, tegas Ganjar, tetap berada di tangan Megawati Soekarnoputri selaku Ketua Umum partai. Hal senada juga disampaikan oleh Djarot Saiful Hidayat.
“Jadi kongres itu lebih banyak soal, nanti kongres kan tinggal mengukuhkan saja ya. Mengukuhkan Ibu Mega,” kata Djarot di Grand Sahid Jaya, Kamis, 8 Mei 2025.
Djarot menyebut agenda kongres PDI-P hanya akan berfokus pada pengukuhan Megawati Soekarnoputri sebagai ketua umum. Menurutnya, tak ada perdebatan internal terkait sosok pemimpin partai berlambang banteng tersebut.
“PDI-P solid. Sangat solid. Tinggal pengukuhan Ibu jadi ketua umum,” lanjutnya.
Di sisi lain, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Utut Adianto, juga menyatakan bahwa belum terlihat tanda-tanda kongres akan digelar dalam waktu dekat, khususnya pada Juni 2025.