SketsaNusantara.id - Setiap tanggal 17 Mei, Indonesia memperingati Hari Buku Nasional.
Namun tak banyak yang tahu, ada sejarah dan alasan khusus di balik penetapan tanggal ini.
Bukan sekadar perayaan simbolis, Hari Buku Nasional punya misi besar. Tujuannya untuk mendorong budaya baca dan meningkatkan literasi masyarakat Indonesia.
Peringatan ini pertama kali dicetuskan oleh Abdul Malik Fadjar, saat menjabat sebagai Menteri Pendidikan Nasional dalam Kabinet Gotong Royong pada masa Presiden Megawati Soekarnoputri.
Dikutip SketsaNusantara.id dari Kemdikbud.go.id, Hari Buku Nasional bukan hanya untuk mengingatkan, tapi juga menggerakkan budaya literasi dari rumah hingga sekolah dan masyarakat luas.
Sejak saat itu, setiap 17 Mei menjadi momentum untuk mengingat pentingnya membaca dan menyebarkan buku berkualitas ke seluruh penjuru negeri.
Pada awal 2000-an, minat baca masyarakat Indonesia masih tergolong rendah.
Maka, salah satu tujuan utama penetapan Hari Buku Nasional adalah menumbuhkan kebiasaan membaca.
Dari kebiasaan membaca inilah diharapkan akan tumbuh pendidikan yang berkualitas dan angka melek huruf yang lebih tinggi.
Tidak hanya soal membaca, Hari Buku Nasional juga diharapkan mampu meningkatkan angka penjualan buku serta memperluas akses masyarakat terhadap bacaan yang bermutu.
Buku bukan sekadar komoditas, tetapi fondasi utama dalam mencerdaskan bangsa.