news

Viral Video Sebelum Ledakan Amunisi Kadaluarsa TNI AD di Garut, Belasan Warga Diduga Ikuti Proses Pembongkaran Bahan Peledak, Netizen Pertanyakan SOP

Selasa, 13 Mei 2025 | 06:54 WIB
Ilustrasi ledakan amunisi kadaluarsa milik TNI AD yang meledak hingga tewaskan 9 sipil (Pexel/Pixabay)

 

SketsaNusantara.id - Insiden ledakan yang terjadi dalam proses pemusnahan amunisi kadaluarsa milik TNI AD di Garut menimbulkan sejumlah pertanyaan.

Di media sosial X misalnya, banyak netizen yang mempertanyakan Standar Operasional Prosedur (SOP) TNI AD dalam memusnahkan amunisi tak terpakai.

Pasalnya, insiden ledakan yang terjadi di Desa Sagara Kecamatan Cibalong, Garut ini bukan hanya menewaskan 4 orang anggota TNI AD, namun juga menelan 9 korban jiwa dari warga sipil.

Baca Juga: Kronologi Ledakan Amunisi Tak Layak Pakai di Garut, 4 Anggota TNI AD dan 9 Warga Sipil Jadi Korban, Apa Penyebabnya?

Berdasarkan keterangan resmi Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen Wahyu Wudhayana, proses pemusnahan amunisi apkir tersebut sudah sesuai dengan SOP yang ada.

Bahkan tim pemusnahan telah melakukan pengecekan keamanan baik terhadap personel maupun lokasi peledakan dengan hasil aman.

Kini, di tengah proses penyelidikan, beredar video di media sosial X yang memperlihatkan sejumlah warga tengah membongkar amunisi.

Baca Juga: Viral KA Sri Tanjung Keluarkan Asap Diduga Kebakaran, Begini Tanggapan KAI

Video berdurasi 1 menit 15 detik tersebut memperlihatkan belasan pria dengan mengenakan pakaian biasa terlihat tengah membongkar amunisi di dalam tenda hijau yang mirip dengan milik TNI AD.

“Situasi sebelum ledakan pemusnahan amunisi kadaluarsa yang menewaskan 13 orang di Garut. Senin 12/5/2025,” tulis akun X @yaniarsim.

Dari video yang diunggah pada 12 Mei 2025 ini, terekam sejumlah pria tengah membongkar amunisi kadaluarsa tanpa mengenakan perlengkapan pengamanan.

Sejulmah warga terekam tengah bongkar amunisi sebelum pemusnahan (X/@yaniarsim)

Dalam video tersebut juga terekam sejumlah percakapan yang diduga berasal dari suara sang perekam yang menggunakan bahasa Sunda.

Halaman:

Tags

Terkini