SketsaNusantara.id - Paus baru telah terpilih, namun momen konklaf 2025 di Vatikan masih menjadi hal yang menarik untuk dibahas.
Salah satunya adalah Kardinal Ignatius Suharyo yang mencuri perhatian dunia. Uskup Agung Jakarta itu jadi perwakilan Indonesia yang berkesempatan mengikuti konklaf.
Menariknya, Ignatius Suharyo bahkan dijuluki sebagai "kardinal paling ramah" selama proses konklaf. Bukan tanpa alasan, sejak kehadirannya di Vatikan, ia selalu menunjukkan sikap ramah pada semua orang yang ditemuinya.
Dilansir SketsaNusantara.id dari akun Instagram @humaskaj, tampak Kardinal Suharyo menyapa setiap orang, memberikan berkat bahkan tak keberatan untuk diwawancarai awak media.
Kehadirannya di halaman Basilika Santo Petrus, Roma, pada 5 sampai 8 Mei 2025, memikat perhatian dunia. Ia selalu tersenyum dan tampak tenang meski diserbu banyak orang, dan tak pernah luput jadi sorotan media internasional.
Kardinal Suharyo bahkan sempat jadi viral di media sosial seperti TikTok dan Instagram, berkat sikapnya yang hangat dan terbuka.
Ignatius Suharyo diangkat sebagai kardinal pada 2019, tiba di Vatikan pada 5 Mei 2025 untuk mengikuti konklaf sebagai satu-satunya kardinal Indonesia yang memenuhi syarat usia di bawah 80 tahun.
Dalam video yang diunggah akun Instagram @humaskaj, Kardinal Suharyo terlihat mengenakan jubah liturgi merah kirmizi, berjalan bersama umat dan kerap dikelilingi wartawan.
Berbeda dengan banyak kardinal lain yang memilih diam atau menghindari media untuk menjaga kerahasiaan konklaf, Suharyo justru menyapa warga dengan senyum, memberikan tanda tangan untuk seorang pengunjung di Piazza Santo Petrus.
Momen ini, yang terekam dalam video TikTok, menyebar luas dan memicu pujian atas keramahannya.
"Bertemu dengan Kardinal Ignatius Suharyo dari Indonesia dan sekretarisnya. Orang yang sangat rendah hati dan sederhana, pantas ia mendapat banyak perhatian dunia," tulis salah satu netizen di X (dulu Twitter).