SketsaNusantara.id - Setelah Rismon Sianipar dan kawan-kawannya menyatakan ijazah Jokowi palsu, kini giliran pakar digital forensik Indonesia yang menyatakan ijazah Rismon yang palsu.
Bahwa ijazah Rismon dari Jepang yang pernah di submit disebut palsu oleh bagian akademik kampusnya sendiri.
Dalam riwayat pendidikannya Rismon mengakui bahwa setelah menyelesaikan pendidikan S1 di UGM dengan menyandang gelar Sarjana Teknik (S.T.) di bidang Teknik Elektro, ia kemudian mengaku melanjutkan S2 dan S3 di Jepang.
Rismon mengaku bahwa ia merupakan lulusan Fakultas Teknik S2 (Master of Engineering - M.Eng) Yamaguchi University, Jepang, lulus tahun 2005.
Lalu ia juga menempuh pendidikan S3 (Doctor of Engineering - Dr.Eng) di fakultas yang sama yakni Yamaguchi University, Jepang dan lulus tahun 2008.
Usai gonjang-ganjing tuduhan ijazah palsu Jokowi, berdasarkan data-data diatas, ahli digital forensik Indonesia Josua M Sinambela kemudian mengirimkan email kepada Yamaguchi University, kampus di Jepang yang diakui Rismon sebagai kampus ia menempuh S2 dan S3.
Beberapa hari kemudian, bagian akademik Fakultas Teknik Universitas Yamaguchi, Jepang mengirimkan jawaban atas pertanyaan keaslian ijazah Rismon lewat email.
Jawaban dari Yamaguchi University tersebut kemudian diunggah Josua M Sinambela dikutip dari akun X nya @Josua M Sinambela
"Kepada Universitas Gajah Mada, Bapak Josua M Sinambela, saya Tomomi Tsumori bagian Fakultas Teknik Universitas Yamaguchi mohon maaf keterlambatan balasan ini. Terkait ijazah yang anda lampirkan, Universitas Yamaguchi tidak pernah menerbitkannya. Salam hormat Tomori Tsumori bagian akademik Fakultas Teknik Universitas Yamaguchi,"
Rupanya Universitas Yamaguchi menyatakan bahwa ijazah Rismon yang selama diakui olehnya sebagai ijazah asli tidak diakui oleh universitas yang bersangkutan.
Bahwa Kampus Yamaguchi mengaku tidak pernah mengeluarkan ijazah Rismon dan menurutnya ijazah Rismon merupakan iajzah hasil editan.