Tak hanya itu, Gus Alam juga pernah menjabat sebagai Sekretaris Dewan Syura PKB Jawa Tengah dan Mustasyar Pengurus Cabang NU Kendal.
Melalui akun Instagram @alamuddin.dr, Gus Alam kerap menghadiri acara keagamaan seperti Haul para Kyai NU dan mengunjungi pondok pesantren.
Setelah ayahnya wafat, Gus Alam menjadi pengasuh Pondok Pesantren Al-Fadllu wal Fadhilah Kaliwungu yang merupakan pusat pendidikan agama dan pengembangan masyarakat di Kendal, Jawa Tengah.
Dedikasinya dalam pendidikan agama membuatnya dikenal sebagai ulama muda kharismatik yang dihormati masyarakat.
Gus Alam memulai karier politiknya bersama PKB, partai yang erat kaitannya dengan masyarakat NU. Ia terpilih sebagai anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah I selama tiga periode sejak tahun 2009 hingga 2024.
Latar belakang pendidikan agama Gus Alam yang kuat karena dibesarkan di lingkungan pesantren, membuatnya ditempatkan sebagai anggota dari Komisi VIII DPR yang membidangi urusan keagamaan, perempuan dan penanganan bencana alam.
Dikenal sebagai ulama yang santun, Gus Alam tetap bersikap kritis terhadap kebijakan pemerintah yang belum efektif, terutama terkait layanan haji oleh Departemen Agama.
Terpilih kembali di Pemilu 2024, Gus Alam ditempatkan sebagai anggota Komisi IX DPR yang membidangi kesehatan dan ketenagakerjaan.
Gus Alam dikenal vokal dalam memperjuangkan isu-isu kesejahteraan rakyat, termasuk akses kesehatan dan perlindungan tenaga kerja. Selain aktif di dunia politik, Gus Alam aktif dalam kegiatan keagamaan dan sosial.
Hal ini terlihat dari postingannya yang diunggah di media sosial saat menghadiri acara pengajian peringatan hari besar keagamaan, Haul, maupun acara istighosah dan sholawatan bersama.
Bahkan, saat terakhir kepergiannya pun diketahui Gus Alam pulang menghadiri acara pengajian di Brebes, Jawa Tengah.