news

Gus Muwafiq Sentil Pihak yang Ribut soal Ijazah Jokowi: Berani Ngomong saat Sudah Lengser, Kenapa Dulu Diam Seribu Bahasa?

Minggu, 4 Mei 2025 | 08:22 WIB
Polemik ijazah palsu masih jadi sorotan publik, termasuk dari Gus Muwafiq. (Instagram/jokowi)

SketsaNusantara.id - Polemik ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) terus menuai sorotan publik.

Apalagi, saat ini Jokowi sudah meperkarakan persoalan tuduhan dugaan ijazah palsu yang menyangkut nama baiknya.

Isu ini turut mengundang respons dari berbagai kalangan, salah satunya datang dari Gus Muwafiq yang ikut angkat bicara mengenai polemik yang menimpa Jokowi.

Baca Juga: Raffi Ahmad Ungkap Fakta Mengejutkan tentang Peringatan Hari Buruh 2025 di Monas, Warganet: Berarti Jokowi...

"Pak Jokowi itu tukang kayu jadi presiden, ya sudah. Ngapain ribut-ribut soal ijazah palsu," kata Gus Muwafiq dalam pernyataannya yang dikutip SketsaNusantara.id dari akun TikTok @DGMpresent.

Ia juga mempertanyakan alasan, mengapa isu ijazah Jokowi baru dipermasalahkan sekarang, bukan sejak awal menjabat sebagai kepala negara.

“Kenapa ijazah ditanyakan sekarang kok gak dahulu, kan udah selesai. Kenapa cari perkara saja? Kan banyak pekerjaan yang harus dikerjakan, kenapa kayak gini ditanya,” imbuhnya.

Baca Juga: Jokowi Dituding Soal Ijazah Palsu Sejak 2019 Kenapa Baru Menggugat Tahun 2025? Ini Jawaban Ketua Solidaritas Merah Putih

Dirinya malah mempertanyakan, orang-orang yang mempermasalahkan soal ijazah ini dan bukan urusan masyarakat umum.

“Kalau sudah tahu palsu, kenapa tidak tanyakan saat dulu menjabat jadi wali kota, kenapa gak tanya saat jadi gubernur Jakarta dan kenapa gak tanya saat hendak menjabat sebagai presiden,” tuturnya.

“Persoalan ini bukan urusan kita, soal ijazah ini kan urusan KPU. Kenapa kamu ribut-ribut,” tegas Gus Muwafiq.

Baca Juga: Menohok! Sowan ke Solo, Gus Kautsar Ploso Diserbu Netizen soal Dugaan Ijazah Palsu Jokowi: Ijazah SD Aja Nggak Punya

Dengan kondisi ini, pihaknya menilai orang-orang yang mempersoalkan hal ini hanya berani saat seseorang tidak berkuasa.

“Beraninya saat sudah tidak berkuasa, kalau saat berkuasa aja gak berani. Kan ini gak bermutu sama sekali,” tuturnya.

Halaman:

Tags

Terkini