"Saya sudah tidak sanggup urus, karena saya juga sering tinggalkan dia untuk bekerja. Jadi, dia tinggal di rumah nenek, saya juga sudah cerai dengan suami," jelas Ela.
Ia berharap, pendidikan di barak militer dapat menjadi titik balik bagi perubahan karakter anaknya. Ela juga menaruh harapan besar bahwa pengalaman tersebut bisa membentuk pribadi anaknya menjadi lebih bertanggung jawab dan disiplin.
"Semoga setelah dari sana (barak militer), dia bisa menjadi pribadi yang lebih baik," tungkasnya.
Kebijakan ini menimbulkan pro dan kontra di masyarakat. Ada yang menilai langkah ini terlalu keras, namun sebagian lainnya mendukung karena dinilai memberi efek jera dan membentuk karakter kuat sejak dini.
Gubernur Dedi sendiri menegaskan bahwa program ini dijalankan dengan persetujuan penuh dari orang tua siswa. Ia menyebut langkah ini sebagai pendekatan tegas yang tetap mengedepankan pendidikan dan masa depan anak.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!