Menurut Rocky, pelaporan tersebut hanya akan memperkeruh suasana, apalagi di tengah situasi politik yang makin panas menjelang masa transisi kekuasaan.
“Ini juga konyol. Seandainya ada delik, itu delik yang mengandung problem teoritis dalam cara penuntutannya,” tegas Rocky.
Rocky bahkan menyindir bahwa ada kemungkinan motif pribadi di balik langkah Jokowi. Ia menyebut Jokowi yang kini lebih banyak berada di Solo mungkin ingin kembali mencuri perhatian publik.
“Kelihatannya mungkin juga ada aspek lain ya Pak Jokowi. Karena udah lama di Solo, udah bosen diatur-atur, ya mending bikin sensasi lagi. Lapor ke polisi soal ijazah,” sindirnya.
Langkah Jokowi yang semula dimaksudkan untuk menjernihkan isu ijazah palsu, kini justru memicu polemik baru.
Kritik Rocky Gerung menegaskan bahwa tindakan seorang kepala negara selalu terbuka untuk ditafsirkan secara politis. Apalagi jika menyangkut persoalan kepercayaan publik.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini