Baca Juga: Dari Solo untuk Dunia! UMKM Kopi Serius Pangan Nusantara Sukses Go Global Berkat Pemberdayaan BRI
Makin hari usaha yang dirintis semakin berkembang. Di tahun 2014, ia mengajukan pinjaman KUR BRI lagi. Sutrisno mengaku, BRI saat itu memberikan pinjaman kepadanya sebesar RP 25 juta.
“Saya buat untuk pengembangan usaha dengan membeli peralatan batik yang belum saya miliki dan juga pembelian bahan,” ucap Sutrisno.
Dalam memasarkan produknya, ia memperkenalkan produk batiknya secara langsung kepada beberapa teman yang memiliki pengaruh. Sutrisno juga seringkali mengikuti sejumlah pameran.
"Paling tidak kalau ada teman yang punya jabatan, mereka jaringannya luas. Dari situ biasanya mereka memperkenalkan batik saya," imbuh dia.
Selain di Jombang sendiri, produk batik yang dibuat Sutrisno laku keras di sejumlah kota-kota besar di Indonesia. Seperti Bandung, Bengkulu, dan Medan. “Kalau di Jawa Timur seperti Nganjuk, Surabaya dan beberapa daerah lainnya. Pemesannya dari lembaga pemerintahan dan sering juga dari perorangan,” katanya.
Dirasa ada peningkatan usaha, tahun 2020 dia kembali mengajukan pinjaman KUR ke BRI. Saat itu ia menerima kredit sebesar Rp 50 juta. Oleh Sutrisno, pinjaman tersebut digunakan untuk membeli meja printing batik. Selain itu juga digunakan untuk membangun tempat produksi berukuran 5 x 20 meter yang berada di samping rumah.
Mengenai pasar ekspor, Sutrisno mengaku, sebelum pandemi Covid 19 setiap seminggu sekali ada turis asing berkunjung ke galeri miliknya. “Berawal dari situ saya mulai mengekspor produk Batik Colet. Saya mengirim ke Romania, Australia, Belanda, dan Jerman,” ungkapnya.
Terkait omset, dalam satu tahun, puncak penghasilan yang ia terima tembus di angka Rp 628 juta lebih di tahun 2024. “Itu omset kotor. Belum dipotong biaya produksi dan menggaji karyawan,” katanya.
Selama mengelola UMKM batik, ada 15 orang yang bekerja di tempatnya. Mereka adalah tetangga sendiri. Rata-rata, mereka menerima gaji sebesar Rp 800 ribu sampai Rp 1 juta setiap bulannya.
“Setiap hari ada 10 orang ke sini untuk bekerja. 5 orang lainnya mengerjakan di rumah,” pungkasnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di Sini