SketsaNusantara.id — Sebuah insiden yang melibatkan Kepala Direktorat Intelijen dan Keamanan (Dirintelkam) Polda Sumatera Barat, Kombes Pol Dwi Mulyanto, mendadak menjadi buah bibir nasional.
Viral di media sosial, Dwi terlihat mengacungkan jari tengah kepada massa pendemo dalam aksi yang digelar Senin, 21 April 2025 lalu.
Dilansir SketsaNusantara.id dari unggahan akun Instagram @bangsamahardika pada Sabtu, 26 April 2025, memperlihatkan gestur yang dinilai tidak pantas dari perwira menengah itu.
Dalam waktu kurang dari sehari, unggahan tersebut menyita perhatian luas, mencatat lebih dari 7.000 suka dan 250 komentar, sebagian besar berisi kecaman.
"Usut berapa kekayaannya, malu-maluin mirip Sambo," tulis akun @has***, merujuk pada skandal besar yang pernah mengguncang kepolisian.
Akun lainnya, @mon***, memperingatkan, "Ketika kritik dibalas jari tengah, bukan tidak mungkin kritik dibalas peluru dari pistol yang dibeli dari pajak rakyat."
Baca Juga: Gara-Gara Isu Ijazah Palsu Jokowi, Roy Suryo Disebut Penghasut, Mantan Menpora: Lucu
Sementara itu, akun @yug*** menilai tindakan ini menunjukkan ketidakpahaman pejabat tentang esensi amanah jabatan.
Insiden ini terjadi di tengah aksi Koalisi Masyarakat Sipil bersama sejumlah BEM universitas se-Sumatera Barat yang mengevaluasi 100 hari kerja Kapolda Sumbar, Irjen Pol Gatot Tri Suryanta.
Aksi yang semula berjalan damai memanas setelah Dwi Mulyanto, yang baru menjabat sejak 2 Februari 2024, mengacungkan jari tengah ke arah demonstran.
Menurut laporan dari @bangsamahardika, tindakan tersebut memicu kemarahan massa dan berujung pada penangkapan 12 orang peserta aksi.
"Sebagai aparatur negara, polisi seharusnya menjaga sikap dan perilaku. Mengacungkan jari tengah jelas bertentangan dengan kode etik profesi kepolisian," tulis akun itu.