Meski demikian, hingga saat ini belum ada klarifikasi resmi dari pihak Gibran terkait tudingan tersebut.
Fenomena membeli likes, views, atau subscribers bukanlah hal baru di dunia media sosial.
Praktik ini kerap digunakan untuk meningkatkan kredibilitas atau menarik perhatian publik, meskipun tindakan tersebut dinilai melanggar etika platform.
Publik kini menantikan jawaban dari Gibran, mengingat reputasi sebagai calon pemimpin seharusnya dibangun di atas kepercayaan dan keaslian, bukan manipulasi angka.
***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI