Ketimpangan angka ini pun memperkuat dugaan bahwa ada praktik pembelian likes untuk meningkatkan kesan popularitas.
Bahkan, salah seorang netizen sempat melontarkan pertanyaan pada chatbot AI yakni Grok soal keanehan tersebut.
“@grok, kenapa videonya Gibran bisa mendapatkan 47.000 like padahal viewnya hanya 3.993?,” tulis akun X @denihartonoxxx.
Senada dengan dugaan netizen, Grok pun menjawab serupa kemungkinan adanya pembelian likes atau bot pada video Gibran tersebut.
“Video Gibran mendapatkan 47.000 like dengan hanya 3.993 view kemungkinan karena like dibeli atau bot, praktik umum untuk meningkatkan popularitas,” jawab Grok.
Komentar-komentar netizen di unggahan video terbaru Gibran itu pun tak kalah panas.
Alih-alih mengapreasi monolognya yang berbicara soal hilirisasi dan masa depan Indonesia, netizen juga menyoroti keanehan pada jumlah views dan likes.
“Gimana ceritanya like lebih banyak daripada views,” tulis akun @Cavexxx.
“Minimal kalau mau suntik like tunggu viewnya tinggi dulu lah, ketauan kan tu jadinya, sekelas wapres masa gangerti? oh iya belum tanya AI. Lu tu wapres, ini malah terang terangan manipulasi suara penonton, se-sepele like youtube aja nipu pake beli,” komentar akun @DIMSKxxx.
“Kesini bukan penasaran isi video, tapi penasaran jual beli like, baru kali ini seseorang gak punya harga diri,” geram akun @FYChannelxxx.
Bahkan, ada pula netizen yang menyerukan untuk mer-report massal video Gibran akan di-takedown Youtube lantaran isinya yang tidak sesuai fakta.
“Mass report aja tuh video biar di take down sama utube.. pake pasal miss informasi.. banyak kok kalo di cek menit2 nya ke berapa saat dia bicara gak pakai fakta.. bakal seru tuh,” tulis akun @tunggalcandxxx.