news

Gibran Diminta Mundur, Ini Reaksi Prabowo yang Diungkap Wiranto di Istana

Sabtu, 26 April 2025 | 08:23 WIB
Wiranto mengungkap respons Prabowo usai munculnya permintaan untuk melengserkan Gibran. (Instagram.com/@wiranto.official)

SketsaNusantara.id - Presiden RI Prabowo Subianto sedang mempelajari tuntutan serius dari sejumlah purnawirawan TNI.

Tuntutan ini bukan hal biasa. Isinya menyentuh sejumlah aspek mendasar dalam kehidupan politik nasional.

Salah satu poin bahkan menyebut nama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, dan mendesak agar ia mundur lewat mekanisme MPR.

Baca Juga: Konsep Video Bonus Demografi Gibran Jiplak? Ferry Irwandi Sindir Lewat Konten Tandingan Lebih Berbobot: Sekarang Coba...

Penasihat Khusus Presiden Bidang Politik dan Keamanan, Wiranto, mengungkapkan bagaimana reaksi awal Prabowo terhadap desakan ini.

"Beliau (Prabowo) perlu mempelajari dulu ya isi dari statement itu, isi dari usulan-usulan itu," kata Wiranto dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis, 24 April 2025.

"Dipelajari satu per satu, karena itu masalah-masalah yang tidak ringan, masalah yang sangat fundamental," sambungnya.

Baca Juga: Viral Video Gibran Soal Film Jumbo Panen Hujatan: Dislike Meledak, Fitur Disembunyikan, Netizen Kompak Teriak Numpang Nama

Forum Purnawirawan TNI yang melayangkan tuntutan tersebut terdiri dari delapan poin penting. Beberapa tokoh besar berada di baliknya, seperti Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi dan Jenderal TNI (Purn) Tyasno Soedarto.

Menurut Wiranto, Prabowo tidak bisa serta-merta menjawab semua poin dalam tuntutan tersebut. Ada beberapa aspek yang bahkan berada di luar kewenangan Presiden.

"Presiden mendengarkan, tapi tidak hanya satu sumber, kemudian Presiden mengambil keputusan, mengambil kebijakan," jelas Wiranto.

Baca Juga: Gibran Mendadak Trending di X! Apresiasi Wapres untuk Film Jumbo Malah Tuai Cibiran Gegara Kebiasaan Bikin Animasi Pakai AI: Grok Ikutan Kesel

Ia menegaskan, keputusan Presiden tak bisa didasarkan hanya pada suara dari satu kelompok saja, meskipun kelompok itu diisi oleh tokoh-tokoh berpengaruh.

"Kebijakan Presiden atau keputusan Presiden atau arahan Presiden, tidak semata-mata muncul dari satu sumber (pihak)," tegas Wiranto.

Halaman:

Tags

Terkini