news

CITCOM CONNEXT 2025: AI, Regulasi, dan Ancaman Big Data Jadi Sorotan Panas

Kamis, 24 April 2025 | 10:02 WIB
Acara CITCOM CONNEXT 2025 di Bandung, pada 22 April 2025. (Dok. CITCOM CONNEXT 2025)

“Saat ini ada intensi menggantikan QRIS dengan mekanisme dari luar negeri yang menyebabkan data bisa bocor ke pihak luar,” tegasnya.

Menurut Soegiharto, AI dibangun dari big data yang dapat memetakan perilaku masyarakat. Karena itu, AI harus dikembangkan dengan kesadaran geopolitik dan perlindungan data nasional.

Praktisi AI dan pimpinan Symbolic.id, Sabrang, menyampaikan refleksi menarik tentang siapa yang bisa digantikan AI.

“Semakin simpel pekerjaan seseorang, maka akan semakin cepat pekerjaannya digantikan oleh Artificial Intelligence,” katanya.

Sabrang menambahkan bahwa saat ini AI sudah sampai pada titik mampu menyaingi pekerjaan kompleks seperti manajemen dan eksekutif.

CEO Persib Bandung, Adhitia Herawan, justru berbagi pengalaman positifnya dengan AI. Ia menyebut bahwa AI telah membantu timnya memahami data pertandingan secara real time.

“Komparasi data pertandingan dan latihan, arah passing, hingga hitmap tergambar semua secara jelas dalam analisa AI,” ujar Adhitia.

Martyn Terpilowski, investor dan pengamat teknologi, optimis bahwa AI tidak akan menggantikan semua pekerjaan, namun memperkuat efisiensi.

“Kita harus fokus kepada inovasi dan pemerintah harus mendukung inovasi di bidang AI,” katanya.

Menurutnya, Indonesia perlu menyederhanakan regulasi agar iklim investasi AI makin terbuka seperti di Vietnam.

CITCOM CONNEXT 2025 menjadi titik temu penting untuk menyatukan langkah, mempertemukan suara optimisme dengan peringatan realistis. AI bukan lagi tentang teknologi semata, tetapi tentang bagaimana kita menyusun masa depan bersama.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!

Halaman:

Tags

Terkini