"Jangan-jangan dia profesornya di ruangan, tidak tahu belajarnya apa, tapi di ruangan," tutur Prabowo.
Pernyataan itu menegaskan keresahan Prabowo terhadap sikap elitis yang dinilainya tidak membumi, terutama dalam isu-isu yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat seperti pemenuhan gizi anak-anak.
Presiden menegaskan bahwa Program MBG bukan sekadar janji politik, melainkan bagian dari strategi nasional untuk menciptakan generasi yang sehat dan cerdas.
"Kita mau yakinkan tidak ada anak Indonesia yang lapar," tegasnya.
Ia juga memaparkan data bahwa sekitar 25 persen anak-anak Indonesia mengalami kekurangan gizi. Menurutnya, hal ini adalah persoalan serius yang tak boleh diremehkan atau dijadikan bahan sinisme.
"Kita mau yakinkan tidak ada anak Indonesia yang tidak tumbuh badannya karena kurang gizi. Yang jumlahnya itu cukup banyak. 25 persen dari 4 anak Indonesia, 1 kurang gizi," tandasnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!