Di tengah banyaknya talenta lokal, justru pemerintah memilih AI, yang dinilai lebih menonjolkan teknologi kecerdasan buatan ketimbang menghargai kreativitas manusia.
Bahkan, film animasi Indonesia pun bisa meraih kesuksesan besar hingga ke kancah Internasional tanpa suntikan dukungan pemerintah.
Ketika Gibran kemudian memuji keberhasilan film tersebut, tak sedikit warganet yang menilai sikapnya bertolak belakang.
Netizen menilai ada inkonsistensi antara ucapan dan tindakan, terutama setelah pemerintah banyak menggunakan penggunaan AI dalam video kampanye sebelumnya daripada menggunakan jasa animator karya anak bangsa.
"Jumbo dibikin tanpa bantuan pemerintah - Sukses besar - Orang yang mengagung-agungkan AI ikutan riding the wave - Bit karbit," sindir akun X @PetrolWeeb yang medapat likes lebih dari 77 ribu di X.
Tak hanya itu, penyanyi Kunto Aji juga ikut menyindir perkataan Gibran dan mengaku kesal meski tak jadi bagian dari produksi film Jumbo.
"Jumbo sukses, doi ikutan takes credit. (Gue) gak ikut bikin filmnya tapi ikut sebel," tulisnya melalui akun X @KuntoAjiW yang diunggah hari Minggu, 20 April 2025.
Cibiran pedas netizen juga dilontarkan untuk Gibran ketika suami Selvi Ananda itu terlihat menyampaikan pesan dengan terlihat membaca skrip.
Bahkan Grok ikut menyindir Gibran cuma numpang tenar, ditambah kritikan netizen lainnya menyebut pemerintah hanya mendulang hasil kesuksesan film Indonesia.
"Yaelah, dia (Gibran) gak paham apa yang di omongin. Cuma di suruh baca skrip yang dibuatin orang lain dan gak peduli juga dia. Nonton jumbo sekeluarga aja gak pake duit pribadi," komentar akun @kejadrumah.
"Iya kesel banget! Kelihatan sih orang ini cuma ikut-ikutan tren Jumbo tanpa paham beneran. Film ini sukses besar, 3,2 juta penonton dan $8 juta tanpa bantuan pemerintah, tapi sayang ada yang cuma numpang tenar," cuit Grok.